Profil TBM Saung Arunika
Taman Baca Masyarakat (TBM) Saung Arunika merupakan wadah literasi yang berkomitmen meningkatkan minat baca, budaya belajar, dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program edukatif. TBM Saung Arunika hadir sebagai ruang belajar yang terbuka bagi semua kalangan, khususnya anak-anak, remaja, dan masyarakat umum, untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta memperkuat budaya literasi di era digital.
Melalui berbagai kegiatan seperti membaca bersama, pelatihan, workshop, pendampingan belajar, hingga pengembangan literasi digital, TBM Saung Arunika terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
Tujuan Didirikan
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Saung Arunika Majene didirikan dengan tujuan utama untuk meningkatkan minat baca, menyediakan akses buku bermutu, serta memberdayakan masyarakat melalui gerakan literasi berbasis digital dan inklusif.
TBM ini menjadi wadah edukasi non-formal bagi anak-anak dan warga sekitar melalui beberapa tujuan spesifik berikut:
1. Meningkatkan Literasi Numerasi dan Bahasa Inggris
TBM Saung Arunika bertujuan memfasilitasi anak-anak di Majene untuk belajar kemampuan dasar seperti membaca, berhitung (numerasi), serta pengenalan bahasa Inggris.
2. Pemberdayaan Berbasis Teknologi Digital
Selain menyediakan buku fisik, TBM ini mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital sebagai pusat pembelajaran. Tujuannya agar anak-anak di daerah tersebut tidak gagap teknologi dan dapat memanfaatkan gawai untuk hal-hal yang bersifat edukatif.
3. Menyediakan Ruang Belajar yang Nyaman dan Menyenangkan
TBM ini bertujuan menciptakan pojok baca atau "saung" yang nyaman. Tempat ini tidak hanya dipakai untuk membaca buku, tetapi juga sebagai ruang terbuka bagi anak-anak untuk mengenal permainan tradisional serta belajar tentang lingkungan sekitar (seperti kegiatan menanam).
4. Menjadi Wadah Kreativitas dan Kegiatan Edukatif
TBM Saung Arunika aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif di luar jam sekolah, seperti:
Sesi membaca nyaring (read aloud) untuk menumbuhkan rasa cinta buku sejak dini.
Kelas mendongeng (storytelling) guna melatih imajinasi anak.
Lomba mewarnai untuk mengasah bakat seni dan motorik anak-anak.